BekasiUpdate.id – Aroma menyengat yang kerap keluar dari instalasi gas seringkali memicu kepanikan warga. Padahal, bau tidak sedap tersebut bukanlah pertanda pasti ledakan, melainkan "alarm" peringatan dini yang sengaja diciptakan demi keselamatan.
Area Head Bekasi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Liestya Heryani Devi, mengungkapkan fakta bahwa gas bumi pada dasarnya murni tidak memiliki bau (odorless). Agar mudah dideteksi oleh indra penciuman manusia saat terjadi kebocoran, PGN sengaja menyuntikkan zat kimia khusus bernama Tetra Hidro Tiophene (THT).
"Kami berikan zat pembau odorant yang menyengat dan tidak enak supaya pelanggan aware. Jadi, ketika terjadi kebocoran harus waspada," ungkap Liestya saat memberikan edukasi di acara Media Mini Gathering Sahabat SOR II di Bogor, Sabtu (25/7).
Menurutnya, pemilihan aroma tajam ini didasari alasan psikologis dan keamanan yang krusial. "Kalau baunya enak, malah pelanggan akan membiarkan hal itu terjadi," tambahnya.
Fokus Mitigasi: Jangan Panik, Lakukan Ini Saat Gas Bocor
Liestya menegaskan, mencium bau gas tidak serta-merta berujung pada ledakan. Kebakaran hanya akan terjadi apabila syarat 'Segitiga Api' terpenuhi, yakni percampuran antara bahan bakar (gas), oksigen, dan sumber pemercik api.
"Tidak akan ada ledakan tanpa adanya segitiga api. Namun, masyarakat tidak boleh menyepelekan bau tersebut," tegasnya.
Untuk memutus mata rantai segitiga api tersebut, PGN memberikan panduan tanggap darurat yang wajib dilakukan masyarakat apabila mencium bau gas di rumah:
1. Hindari Sumber Api dan Listrik: Jangan pernah menyalakan kompor, memantik korek api, atau bahkan menekan sakelar listrik. Percikan sekecil apa pun dari sakelar lampu dapat menjadi pemicu api.
Buka Ventilasi Udara: Segera buka seluruh pintu dan jendela lebar-lebar. Gas PGN (Metana) memiliki massa yang lebih ringan dari udara, sehingga akan sangat cepat menguap ke atmosfer jika sirkulasi udara di dalam ruangan lancar.
2. Tutup Akses Gas Utama: Segera putar dan tutup kran atau tuas utama pada jalur pipa gas untuk menghentikan aliran.
Deteksi Titik Bocor dengan Sabun: Periksa area meteran, sambungan pipa (elbow), hingga selang kompor dengan mengoleskan air sabun. Jika muncul gelembung busa, di situlah letak kebocorannya. Apabila bocor di area selang kompor, segera kencangkan klem pengikatnya.
3. Hubungi Layanan Darurat: Jika titik kebocoran berada di area sebelum meteran (Sambungan Rumah), pelanggan diimbau untuk tidak memperbaikinya sendiri dan segera menghubungi Contact Center PGN.
Sebagai tambahan, Liestya memaparkan bahwa gas pipa PGN dinilai memiliki risiko yang lebih terkendali dibandingkan gas tabung elpiji. Gas PGN (Metana/CH4) akan langsung terbang ke atas saat bocor. Berbeda dengan elpiji (Propana dan Butana) yang massanya lebih berat, sehingga cenderung mengendap di permukaan lantai dan sangat berisiko tersambar percikan api jika tidak segera ditangani.
Pemahaman akan karakteristik gas dan langkah mitigasi yang tepat diharapkan dapat membuat pelanggan tetap tenang dan terhindar dari risiko insiden di area dapur.


