BekasiUpdate.id - Kasus dugaan pencurian motor di RSUD Kota Bekasi menimpa seorang keluarga pasien yang tengah menjaga kerabatnya di ruang perawatan, pada Selasa (12/5) dini hari.
Korban bernama Shilla Febriyani mengungkapkan, kejadian itu berlangsung di ruang rawat Bougenville kamar 405. Ia baru menyadari barang-barangnya hilang saat terbangun sekitar pukul 05.57 WIB.
Menurut Shilla, tas miliknya raib beserta sejumlah barang berharga di dalamnya, seperti telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, hingga kunci sepeda motor.
“Ketika bangun, tas sudah hilang. Di dalamnya ada HP, ATM, KTP, termasuk kunci motor,” ujar Shilla, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, barang yang hilang meliputi satu unit iPhone 6s, kartu ATM BCA, KTP, karcis parkir, serta kunci motor Honda Beat miliknya.
Berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV rumah sakit, pelaku diduga masuk ke ruang rawat inap sekitar pukul 03.00 WIB. Tak hanya mengambil tas korban, pelaku juga diduga membawa kabur sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi B 5114 FUV yang terparkir di area rumah sakit.
Dari rekaman yang diperoleh, motor korban diketahui keluar dari area parkir sekitar pukul 03.13 WIB.
Shilla mengaku heran lantaran pelaku diduga bisa meninggalkan area parkir tanpa membayar tiket kendaraan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku disebut hanya menitipkan kartu tanda penduduk kepada petugas parkir dengan alasan tidak memiliki uang tunai.
“Yang membuat kami bingung, kendaraan bisa keluar hanya dengan menitipkan KTP. Bahkan identitas yang ditinggalkan diduga bukan milik pelaku,” katanya.
Insiden tersebut memunculkan sorotan terhadap sistem keamanan di lingkungan RSUD Kota Bekasi, khususnya pada pengawasan area parkir dan ruang rawat inap pasien.
Korban berharap pihak rumah sakit dan pengelola parkir dapat bertanggung jawab serta meningkatkan sistem keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak rumah sakit maupun pengelola parkir. Jangan sampai keluarga pasien yang sedang menjaga orang sakit justru menjadi korban pencurian,” tutupnya.***


